Blog Archive
-
▼
2011
(167)
-
▼
Januari
(142)
- Terungkap, Misteri Kematian 200 Sapi Wisconsin
- Akhirnya, Kematian Ribuan Burung Terpecahkan
- Misteri Danau Berwarna Biru Neon di Australia
- Inilah Alasannya, Kenapa Jika Terkena Air Liur Anj...
- 10 Tanda dan Penyebab Kehancuran Bumi
- Naegleria flowleri amoeba, Organisme yang Bisa Tum...
- Tempat-Tempat Eksklusif yang Ditutupi Keberadaanny...
- Lebah Oriental Gunakan Matahari Untuk Bangkitkan L...
- WASP-33b, Planet Terpanas yang Lebih Panas Dari Be...
- Matahari Terbit Dua Hari Lebih Cepat Dari Biasanya...
- Inilah 10 Peradaban Dunia yang Jarang Kita Ketahui...
- Inilah yang Menyebabkan Hujan Memiliki Aroma Khas
- 5 Induk Hewan Yang Terkadang Dianggap Kejam Dalam ...
- Fakta Mengerikan Seputar Perjalanan Ke Luar Angkasa
- Bom Fosfor, Letusannya Indah Namun Dampaknya Sanga...
- Ternyata Otak Kecil Ikan Cere Mempunyai Kemampuan ...
- Mengenal Uniknya Seluk Beluk Dunia Siput
- Sudah Tidur Lama Tapi Masih Ngantuk, Mungkin Ini P...
- Fakta Unik Angka Dalam Bahasa Indonesia
- Ternyata Pesawat Bisa Sebabkan Hujan Es
- Fenomena Orang Tersesat dan Jalan Melingkar
- Hotel Anti Bencana, Tiru Bahtera Nabi Nuh
- tmosfer Pluto Berbanding Terbalik Dengan Atmosfer ...
- 5 Tokoh Otodidak Sejati Yang Menjadi Orang Besar
- Keunikan Letak Mata Hewan dan Kegunaannya
- Cabai adalah buah dan tumbuhan anggota genus ...
- Alasan Adanya Saku Kecil Pada Celana Jeans
- 10 Parasit yang Paling Mengganggu dan Menjijikkan
- Sejarah tentang UFO Sejak 1870-2008 !
- Legenda Atlantis yang Sesungguhnya Menurut Timaeus...
- Es Batu Dari Batu
- Menyingkap Legenda Vampir Melalui Biokimia
- Inilah Keuntungan Bila Anda Menarik Napas Dalam-Dalam
- 17 Ramalan masa depan dunia oleh Jucelino
- Bosan dengan macet ??...
- Lima pelajaran penting
- Kisah seekor Tikus
- Desa 700 Tahun
- sinyal kencang berkat kaleng...
- God of Gambler termuda di Dunia
- Mari Kita Berbenah Selamatkan Bumi Kita
- Bagaimana jadinya hidup tanpa Lampu Sinyal
- Mobilnya cuma 5 juta, Radionya 25 juta !!
- Kisah Seekor Keledai Dan Sumur Tua
- Keampuhan Obat Chlor Etil Untuk Redakan Rasa Sakit
- Kayu Manis Bisa Menghasilkan Nanopartikel Emas
- Kerangka Ikan Lele Muncul di Taman Sare Sumenep
- Belajar Dari Bapak Tua Yang Bijak
- 10 milyuner termuda
- Seragam militer yang lucu
- Mari Lihat Binatang-Binatang tertidur dengan Imutnya
- Kebun Binatang Paling Berbahaya di Dunia
- Wanita yang Memelihara Binatang Buas tanpa Kandang
- Beberapa Penemuan Besar Yang Tidak Disengaja
- Fakta-Fakta Menarik Tentang Kucing
- Melihat Indahnya Sunset di Planet Mars
- Ternyata Plankton Terlihat Cantik di Bawah Mikroskop
- Jenis-jenis Helm Dan Tingkat Keamanannya
- Ayam Tertua Yang Masuk Book World Of Record Read...
- 10 Merek Yang Sangat Melekat di Hati Masyarakat In...
- Lorong Waktu Dan Tenggelamnya Kapal Titanic
- 9 Bayi Unik Yang Pernah Terlahir di Dunia Ini
- Sudah Ada Aplikasi Ponsel Untuk Tunanetra
- Mesin Pembakar Mayat Bisa Jadi Pembangkit Listrik
- Yang Wajib Dicoba Jika Berlibur ke Hokkaido, Jepang
- Konstruksi Unik Restoran di Atas Pohon
- Jembatan Terpanjang Telah Selesai Dibangun di China
- Pesisir Kalimantan Timur Masih Dihuni Banyak Monst...
- Unik, Budidaya Mutiara Emas Pertama di Dunia
- Hewan-Hewan Berukuran Kecil Namun Mematikan
- Fenomena "Tarian" Aurora Borealis Tertangkap Kamera
- Cara Mengasah Indra Keenam
- Sejarah Mega Proyek Kapal Es 'Habbakuk'
- Makhluk Setengah Hewan Setengah Tumbuhan
- Fakta Unik Tentang Buaya Yang Perlu Kamu Tahu
- Foto-foto Pernikahan Hewan Peliharaan
- Ular Cabe Indonesia, Seukuran Cacing Namun Mematikan
- Mari Mengenal Hantu Secara Sains (Keilmuan)
- Pernah Mimpi Buruk? Berikut Adalah Beberapa Maknanya
- 5 Orang Dengan Hobi Paling Aneh di Dunia
- Tumbuhan Yang Makan Hewan (Tumbuhan Karnivora)
- Trik Menikmati Setiap Detik Waktu Yang Sangat Berh...
- Foto Mikroskopik Telur Kupu-kupu
- Orang-orang Ini Memiliki Mata Sangat Spesial
- Berlatih Sulap Telekinesis
- Profesi Beberapa Tokoh Sebelum Mereka Terkenal
- Manager Restoran Jadi Santapan Tiga Singa Buas
- 33 Adalah Usia Tersibuk Dalam Hidup Kita
- Rencana Terbaru Uang Logam 5.000 Rupiah
- Bandara Angker Nicosia International Airport, Cyprus
- 4 Spesies Hewan Purba Yang Masih Hidup di Indonesi...
- Olahraga Mata, Senam Mata, Perlu Dicoba
- Sejarah Singkat Korek Api
- Darwin Diusulkan Jadi Ibu Kota UFO
- Sejarah Tentang Penemuan Lambang Burung Garuda
- Apa Yang Terjadi SaatOrang Koma
- Inilah Bahaya di Mall Serta Cara Menghindarinya
- Di Istana, Obama Disambut Letusan Meriam 21 kali
- Cumi-cumi jenis baru ditemukan di Samudra
- 6 Spesies Kalajengking Paling Beracun di Dunia
Blog Archive
-
▼
2011
(167)
-
▼
Januari
(142)
- Terungkap, Misteri Kematian 200 Sapi Wisconsin
- Akhirnya, Kematian Ribuan Burung Terpecahkan
- Misteri Danau Berwarna Biru Neon di Australia
- Inilah Alasannya, Kenapa Jika Terkena Air Liur Anj...
- 10 Tanda dan Penyebab Kehancuran Bumi
- Naegleria flowleri amoeba, Organisme yang Bisa Tum...
- Tempat-Tempat Eksklusif yang Ditutupi Keberadaanny...
- Lebah Oriental Gunakan Matahari Untuk Bangkitkan L...
- WASP-33b, Planet Terpanas yang Lebih Panas Dari Be...
- Matahari Terbit Dua Hari Lebih Cepat Dari Biasanya...
- Inilah 10 Peradaban Dunia yang Jarang Kita Ketahui...
- Inilah yang Menyebabkan Hujan Memiliki Aroma Khas
- 5 Induk Hewan Yang Terkadang Dianggap Kejam Dalam ...
- Fakta Mengerikan Seputar Perjalanan Ke Luar Angkasa
- Bom Fosfor, Letusannya Indah Namun Dampaknya Sanga...
- Ternyata Otak Kecil Ikan Cere Mempunyai Kemampuan ...
- Mengenal Uniknya Seluk Beluk Dunia Siput
- Sudah Tidur Lama Tapi Masih Ngantuk, Mungkin Ini P...
- Fakta Unik Angka Dalam Bahasa Indonesia
- Ternyata Pesawat Bisa Sebabkan Hujan Es
- Fenomena Orang Tersesat dan Jalan Melingkar
- Hotel Anti Bencana, Tiru Bahtera Nabi Nuh
- tmosfer Pluto Berbanding Terbalik Dengan Atmosfer ...
- 5 Tokoh Otodidak Sejati Yang Menjadi Orang Besar
- Keunikan Letak Mata Hewan dan Kegunaannya
- Cabai adalah buah dan tumbuhan anggota genus ...
- Alasan Adanya Saku Kecil Pada Celana Jeans
- 10 Parasit yang Paling Mengganggu dan Menjijikkan
- Sejarah tentang UFO Sejak 1870-2008 !
- Legenda Atlantis yang Sesungguhnya Menurut Timaeus...
- Es Batu Dari Batu
- Menyingkap Legenda Vampir Melalui Biokimia
- Inilah Keuntungan Bila Anda Menarik Napas Dalam-Dalam
- 17 Ramalan masa depan dunia oleh Jucelino
- Bosan dengan macet ??...
- Lima pelajaran penting
- Kisah seekor Tikus
- Desa 700 Tahun
- sinyal kencang berkat kaleng...
- God of Gambler termuda di Dunia
- Mari Kita Berbenah Selamatkan Bumi Kita
- Bagaimana jadinya hidup tanpa Lampu Sinyal
- Mobilnya cuma 5 juta, Radionya 25 juta !!
- Kisah Seekor Keledai Dan Sumur Tua
- Keampuhan Obat Chlor Etil Untuk Redakan Rasa Sakit
- Kayu Manis Bisa Menghasilkan Nanopartikel Emas
- Kerangka Ikan Lele Muncul di Taman Sare Sumenep
- Belajar Dari Bapak Tua Yang Bijak
- 10 milyuner termuda
- Seragam militer yang lucu
- Mari Lihat Binatang-Binatang tertidur dengan Imutnya
- Kebun Binatang Paling Berbahaya di Dunia
- Wanita yang Memelihara Binatang Buas tanpa Kandang
- Beberapa Penemuan Besar Yang Tidak Disengaja
- Fakta-Fakta Menarik Tentang Kucing
- Melihat Indahnya Sunset di Planet Mars
- Ternyata Plankton Terlihat Cantik di Bawah Mikroskop
- Jenis-jenis Helm Dan Tingkat Keamanannya
- Ayam Tertua Yang Masuk Book World Of Record Read...
- 10 Merek Yang Sangat Melekat di Hati Masyarakat In...
- Lorong Waktu Dan Tenggelamnya Kapal Titanic
- 9 Bayi Unik Yang Pernah Terlahir di Dunia Ini
- Sudah Ada Aplikasi Ponsel Untuk Tunanetra
- Mesin Pembakar Mayat Bisa Jadi Pembangkit Listrik
- Yang Wajib Dicoba Jika Berlibur ke Hokkaido, Jepang
- Konstruksi Unik Restoran di Atas Pohon
- Jembatan Terpanjang Telah Selesai Dibangun di China
- Pesisir Kalimantan Timur Masih Dihuni Banyak Monst...
- Unik, Budidaya Mutiara Emas Pertama di Dunia
- Hewan-Hewan Berukuran Kecil Namun Mematikan
- Fenomena "Tarian" Aurora Borealis Tertangkap Kamera
- Cara Mengasah Indra Keenam
- Sejarah Mega Proyek Kapal Es 'Habbakuk'
- Makhluk Setengah Hewan Setengah Tumbuhan
- Fakta Unik Tentang Buaya Yang Perlu Kamu Tahu
- Foto-foto Pernikahan Hewan Peliharaan
- Ular Cabe Indonesia, Seukuran Cacing Namun Mematikan
- Mari Mengenal Hantu Secara Sains (Keilmuan)
- Pernah Mimpi Buruk? Berikut Adalah Beberapa Maknanya
- 5 Orang Dengan Hobi Paling Aneh di Dunia
- Tumbuhan Yang Makan Hewan (Tumbuhan Karnivora)
- Trik Menikmati Setiap Detik Waktu Yang Sangat Berh...
- Foto Mikroskopik Telur Kupu-kupu
- Orang-orang Ini Memiliki Mata Sangat Spesial
- Berlatih Sulap Telekinesis
- Profesi Beberapa Tokoh Sebelum Mereka Terkenal
- Manager Restoran Jadi Santapan Tiga Singa Buas
- 33 Adalah Usia Tersibuk Dalam Hidup Kita
- Rencana Terbaru Uang Logam 5.000 Rupiah
- Bandara Angker Nicosia International Airport, Cyprus
- 4 Spesies Hewan Purba Yang Masih Hidup di Indonesi...
- Olahraga Mata, Senam Mata, Perlu Dicoba
- Sejarah Singkat Korek Api
- Darwin Diusulkan Jadi Ibu Kota UFO
- Sejarah Tentang Penemuan Lambang Burung Garuda
- Apa Yang Terjadi SaatOrang Koma
- Inilah Bahaya di Mall Serta Cara Menghindarinya
- Di Istana, Obama Disambut Letusan Meriam 21 kali
- Cumi-cumi jenis baru ditemukan di Samudra
- 6 Spesies Kalajengking Paling Beracun di Dunia

- Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara”
- Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)
- Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)
- Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.
- Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
- Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

- Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : “family name anda apa ? “, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.
- Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.
- Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
- Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak
- Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
- Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
- Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
- Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak)
- Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.
- Di Jepang sulit mencari mesin ketik
- Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.

- Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ). Saat saya riset handwriting numeral recognition, saya lihat ratusan tulisan tangan orang Jepang tentang angka 7, dan tidak ada satu pun yang sama dengan yang “made in Indonesia”. Moral of the story : Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.
- Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara”
- Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)
- Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)
- Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.
- Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
- Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

- Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : “family name anda apa ? “, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.
- Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.
- Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
- Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak
- Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
- Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
- Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
- Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak)
- Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.
- Di Jepang sulit mencari mesin ketik
- Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.

- Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ). Saat saya riset handwriting numeral recognition, saya lihat ratusan tulisan tangan orang Jepang tentang angka 7, dan tidak ada satu pun yang sama dengan yang “made in Indonesia”. Moral of the story : Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.
- Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara”
- Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)
- Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)
- Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.
- Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
- Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

- Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : “family name anda apa ? “, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.
- Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.
- Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
- Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak
- Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
- Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
- Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
- Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak)
- Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.
- Di Jepang sulit mencari mesin ketik
- Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.

- Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ). Saat saya riset handwriting numeral recognition, saya lihat ratusan tulisan tangan orang Jepang tentang angka 7, dan tidak ada satu pun yang sama dengan yang “made in Indonesia”. Moral of the story : Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.
source: http://uculd.wordpress.com/2010/05/06/ke-inikan-bangsa-jepang/
Terdapat 0 komentar:
Posting Komentar